KARYA ILMIAH EFEK RUMAH KACA

 Karya Ilmiah Efek Rumah Kaca


Bab 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

        Saat ini perkembangan teknologi telah membawa banyak sekali manfaat bagi kehidupan kita, tentunya perkembangan tersebut banyak membawa dampak positif bagi kita, namun ada juga dampak negatifnya. Misalnya sekarang ada sepeda, sepeda motor, mobil dan alat transportasi lainnya, dan kita bisa berakselerasi kemanapun kita mau.

            Tidak hanya itu, sekarang ada AC di rumah kita agar kita tidak terlalu panas, dan komputer yang memudahkan kita memahami teknologi dan mempermudah pekerjaan. Teknologi menjadi semakin maju, dan semakin banyak berbagai teknologi muncul satu demi satu. Tetapi mereka juga dapat memiliki efek buruk pada planet kita, seperti efek penggunaan AC yang berlebihan pada konsentrasi gas rumah kaca, yang meningkat.


Bab 2

KAJIAN TEORI

2.1 Pengertian

        Efek rumah kaca itu sendiri adalah proses pemanasan permukaan benda langit yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfer benda langit tersebut. Istilah efek rumah kaca dalam bahasa Inggris disebut greenhouse effect, yang menggunakan rumah kaca untuk menanam sayuran dan menanam bunga.

        Suhu di dalam rumah kaca lebih tinggi daripada di luar rumah kaca. Hal ini karena sinar matahari yang menembus kaca dipantulkan kembali oleh benda-benda di dalam interior kaca, tetapi gelombang panas terperangkap dan tidak bercampur dengan udara dingin di luar. Demikian uraian singkat tentang bagaimana efek rumah kaca terjadi. Efek rumah kaca dapat terjadi karena sejumlah faktor yang berbeda, efek rumah kaca yang terjadi secara alami di Bumi, serta efek rumah kaca yang disebabkan oleh aktivitas manusia.


2.2 Mekanisme

        Efek rumah kaca disebabkan oleh naiknya gas-gas lain di atmosfer. Peningkatan konsentrasi gas karbon dioksida disebabkan oleh meningkatnya pembakaran bahan bakar organik lain yang melebihi daya serap tumbuhan dan lautan. Energi yang diserap dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah yang dipancarkan oleh Bumi, yang terhalang oleh awan dan gas seperti karbon dioksida.

        Efek gas rumah kaca dapat disebabkan oleh perubahan komposisi gas rumah kaca, yaitu peningkatan konsentrasi gas rumah kaca global akibat aktivitas manusia, terutama aktivitas yang berkaitan dengan pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak bumi, gas alam dan batu bara, seperti pembangkit listrik. pembangkit listrik, kendaraan bermotor, AC, komputer dan memasak. Selain itu, pembakaran dan penggundulan hutan, serta kegiatan pertanian dan peternakan, juga menghasilkan gas rumah kaca.


Bab 3

PEMBAHASAN

    3.1 Dampak

            Efek rumah kaca menyebabkan gunung es di daerah kutub mencair. Hal ini akan menyebabkan permukaan air laut naik, mengancam pemukiman pesisir. Naiknya permukaan air laut dapat menyebabkan erosi di wilayah pesisir, rusaknya hutan bakau dan terumbu karang, berkurangnya intensitas cahaya di dasar laut, dan meningkatnya tinggi gelombang. Selain itu, efek rumah kaca dapat mengganggu keseimbangan biologis di lautan, sehingga meningkatkan jumlah alga di lautan. Beberapa spesies alga melepaskan racun yang membahayakan kehidupan laut dan meracuni manusia yang memakan makanan laut. Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma.Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.

            Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.


3.2 Cara Penanggulangan

           Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbon dioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbon dioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan 

            Di banyak area, tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain, seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca. Gas karbon dioksida juga dapat dihilangkan secara langsung. Caranya dengan menyuntikkan (menginjeksikan) gas tersebut ke sumur-sumur minyak untuk mendorong agar minyak bumi keluar ke permukaan. Injeksi juga bisa dilakukan untuk mengisolasi gas ini di bawah tanah seperti dalam sumur minyak, lapisan batubara atau aquifer. Hal ini telah dilakukan di salah satu anjungan pengeboran lepas pantai Norwegia, dimana karbon dioksida yang terbawa ke permukaan bersama gas alam ditangkap dan diinjeksikan kembali ke aquifer sehingga tidak dapat kembali ke permukaan. Untuk skala industri, perlu dibuat sistem pembuangan dan daur ulang gas buangan yang baik. Saluran buangan perlu diperhatikan, kearah mana akan dibuang dan haruslah memperhatikan lingkungan sekitar. 

            Reboisasi lahan yang gundul merupakan salah satu langkah untuk menahan laju karbondioksida yang berlebih diudara. Termasuk penanaman pohon-pohon disepanjang jalan raya yang dapat menetralisir pencemaran udara disepanjang jalan raya.Tetapi tidak melepas karbon dioksida sama sekali.Selain itu perlu diadakan kerja sama internasional untuk mensukseskan pengurangan gas-gas rumah kaca. Apabila pada suatu negara diterapkan peraturan kebijakan lingkungan yang ketat, maka ekonominya dapat terus tumbuh walaupun berbagai macam polusi telah dikurangi. Akan tetapi membatasi emisi karbondioksida terbukti sulit dilakukan. Sebagai contoh, Belanda, negara industrialis besar yang juga pelopor lingkungan, telah berhasil mengatasi berbagai macam polusi tetapi gagal untuk memenuhi targetnya dalam mengurangi produksi karbon dioksida.

KARYA ILMIAH EFEK RUMAH KACA

 Karya Ilmiah Efek Rumah Kaca Bab 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang         Saat ini perkembangan teknologi telah membawa banyak sekali manfa...